tentang sahabat nabi

Imam Syafi’i berkata:
“Alloh memuji para sahabat Rosulullah saw, dlama al-Qur’an, Taurat dan Injil. Melalui lisan Rosululooh saw Alloh menyematkan berbagai keutamaan yang tidak dimiliki oleh siapapun sesudah mereka. Alloh merahmati dan memberikan kenikmatan kepada mereka dengan apa yang Alloh karuniakan berpa kedudukan yang paling tinggi dari derajat para shiddigin, syuhada dan sholihin. Mereka telah melaksanakan dan menyampaikan kepada kita sunnah-sunnah Rosululloh saw, mereka menyaksikan sementara wahyu turun kepada belia saw, sehingga mereka mengetahui apa yang diinginkan oleh Rosululloh saw baik yang umum maupun khusus, yang kuat (perintah dan larangan), maupun yg sifatnya himbauan(arahan). Mereka mengetahui dari sunnah apa yg kita ketahui dan yang tidak kita ketahui. Mereka diatas kita pada setiap ilmu, ijtihad, sifat wira’i maupun akal (nalar/logika). dan perkara yg digali dan difahami (oleh mereka) merupakan ilmu, pendapat mereka untuk kita lebih terpuji dan lebih utama dari pada pendapat kita sendiri untuk diri kita, wallohu a’lam.
Ini juga merupakan akidah para imam ahlussunnah, dan ini termasuk karunia Alloh dan rahmat-Nya kepada kita.

Dan para ulama yang kami ridhoi atau yg menceritakan kepada kami dari beliau di negeri kami ini, dan mereka yg dalam hal tidak ada sunnah Rosul saw di dalamnya memegangi ucapan mereka (para sahabat), jika mereka (para sahabat) itu bersepakat, atau ucapan sebagian mereka jika mereka tidak sepakat, maka demikianlah kami mengucapkan, kami tidak keluar dari ucapan2 mereka. Jika satu dari mereka berkata dan yg lain tidak menyalahinya maka kami mengambil ucapannya.”

Beliau juga berkata: “Aku tidak melihat manusia diberi bala’ dengan mencela para sahabat nabi melainkan dengan begitu Alloh menambahkan paha;a pada mereka (para sahabat itu)setelah amal mereka terputus.”
Dalam riwayat ar-Rabi’: “Alloh membalas bagi mereka kebaikan-kebaikan mereka sementara mereka sudah meninggal.”
Tentang keutamaan Khulafa’ Rosyidin beliau berkata: “Sebaik-baik manusia setelah Rosululloh saw adalah Abu Bakar, kemudia Umar, kemudian Utsman, kemudian Ali.”
Pengurutan keutamaan dimulai dari Abu Bakar, kemudian Umar, Utsman dan Ali. Diantara syair beliau tentang sahabat:
syairsahabat2

Aku bersaksi bahwa tidak ada Sesembahan yang haq selain Dia
Dan aku bersaksi dan saya ikhlas bahwa kebangkitan adalah haq
Dan bahwasannya simpul-simpul iman adalah ucapan orang yang berbuat ihsan
Dan perbuatan orang suci(mukmin), terkadang bertambah dan berkurang
Dan bahwasannya Abu Bakar adalah Kholifah Ahmad (Nabi Muhammad)
Dan Abu Hafsh (Umar) sangat menjaga kebaikan
Aku persaksikan pada Tuhanku bahwa Utsman utama (unggul diatas Ali)
Sementara Ali keutamaannya sangat istimewa
Para imam, kaum yang menjadi panutan
Alloh melaknat orang yang merendahkan mereka
Maka tidaklah orang-orang yang tidak berarti itu mencela (kecuali) karena kebodohannya
Tidaklah orang bodoh yang tidak dihiraukan lalu diperhatikan

–>Maroji’:

nb: Ditulis ulang dari majalah Qiblati edisi 05 th IV, bab Aqidah, halaman 8-9.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: